Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah Lahirnya Pancasila: Pengertian, Tokoh Perumus, dan Rumusan Final

Sejarah Lahirnya Pancasila: Pengertian, Tokoh Perumus, dan Rumusan Final

Pengertian Pancasila – Pilar Utama Bangsa Indonesia

Secara etimologis, Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta: “panca” berarti lima dan “sila” berarti prinsip atau asas. Maka, Pancasila adalah lima prinsip dasar yang menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

Fungsi Utama Pancasila

  • Sebagai dasar negara: Semua hukum dan kebijakan harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

  • Sebagai ideologi bangsa: Menjadi arah pembangunan dan kehidupan sosial-politik.

  • Sebagai pandangan hidup: Menuntun masyarakat dalam bersikap dan bertindak.

  • Sebagai pemersatu bangsa: Menjaga harmoni dalam keberagaman suku, agama, dan budaya.

Latar Belakang Sejarah Lahirnya Pancasila

Pancasila lahir di tengah situasi politik menjelang kemerdekaan Indonesia. Jepang yang kalah dalam Perang Dunia II membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 29 April 1945.

Tujuan BPUPKI

  • Merumuskan dasar negara Indonesia.

  • Menyusun konstitusi dan struktur pemerintahan.

Sidang pertama BPUPKI berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945, di mana muncul berbagai usulan tentang dasar negara dari tokoh-tokoh penting.

Tokoh Perumus Pancasila dan Gagasan Mereka

Muhammad Yamin (29 Mei 1945)

Usulan lisan:

  1. Peri Kebangsaan

  2. Peri Kemanusiaan

  3. Peri Ketuhanan

  4. Peri Kerakyatan

  5. Kesejahteraan Rakyat

Usulan tertulisnya menekankan nilai-nilai nasionalisme, kemanusiaan, dan ketuhanan.

Soepomo (31 Mei 1945)

Menekankan konsep negara integralistik:

  • Persatuan

  • Kekeluargaan

  • Kebudayaan

  • Keadilan Sosial

  • Ketuhanan

Soekarno (1 Juni 1945)

Memperkenalkan istilah “Pancasila” dalam pidatonya:

  1. Kebangsaan Indonesia

  2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan

  3. Mufakat atau Demokrasi

  4. Kesejahteraan Sosial

  5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

Soekarno juga menyarankan versi ringkas: Trisila dan Ekasila, yaitu Gotong Royong.

Panitia Sembilan dan Piagam Jakarta

Setelah sidang BPUPKI, dibentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari:

  • Soekarno

  • Hatta

  • Yamin

  • Subardjo

  • Agus Salim

  • Abikusno

  • Wahid Hasyim

  • Kahar Muzakkir

  • A.A. Maramis

Rumusan Piagam Jakarta (22 Juni 1945)

  1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

  3. Persatuan Indonesia

  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Namun, demi menjaga persatuan nasional, kalimat pertama diubah pada 18 Agustus 1945.

Rumusan Final Pancasila dalam UUD 1945

Disahkan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 18 Agustus 1945:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa

  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

  3. Persatuan Indonesia

  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna Rumusan Final

  • Menjaga keseimbangan antara nilai spiritual dan sosial.

  • Menjadi dasar hukum dan arah kebijakan nasional.

  • Menyatukan seluruh elemen bangsa dalam satu ideologi.

Kesimpulan

Pancasila bukan sekadar lima sila, tetapi hasil dari perjuangan intelektual dan politik para pendiri bangsa. Dari sidang BPUPKI hingga Piagam Jakarta dan pengesahan UUD 1945, Pancasila lahir sebagai dasar negara yang kokoh dan relevan hingga kini. Sebagai warga negara, kita wajib memahami, mengamalkan, dan menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

SFAQ (Special Frequently Asked Questions)

Siapa pencetus istilah “Pancasila”?
Soekarno, dalam pidatonya pada 1 Juni 1945.

Apa isi Piagam Jakarta yang diubah?
Kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diubah demi persatuan nasional.

Mengapa Pancasila penting sebagai ideologi?
Karena menjadi panduan moral, sosial, dan politik dalam kehidupan berbangsa.

Apa perbedaan rumusan Yamin, Soepomo, dan Soekarno?
Yamin menekankan kebangsaan dan kemanusiaan, Soepomo pada negara integralistik, Soekarno pada gotong royong dan kebudayaan.

Kapan Pancasila disahkan secara resmi?
Pada 18 Agustus 1945 dalam sidang PPKI.

Baca artikel menarik lainnya Di sini.

Post a Comment for "Sejarah Lahirnya Pancasila: Pengertian, Tokoh Perumus, dan Rumusan Final"